Sabtu, 25 Januari 2014

Gol Penyama Llorente GIF

Gol Llorente Lazio 1-1 Juventus
Akhirnya saya buat lagi versi GIF-nya

Jumat, 24 Januari 2014

3 J (Jatibening - Jogja - Jombang) #4

Perjalanan dengan kereta dari Jogja menuju Jombang terasa cepat karena waktu itu kami isi dengan saling canda, ngobrol apa saja. Sesekali temen saya dapat kabar bahwa Kakaknya sudah menunggu di Stasiun Jombang. Sementara “dag-dig-dug” di dalam hati kecil saya, tidak tahu apa yang dirasa pokoknya saya berasa gimana gtu..

Yups, hampir jam 11.00 siang akhirnya Kereta berhenti di Stasiun Jombang. Segera kami turun dari Kereta dan angkat barang bawaan kami. Diujung pintu keluar sudah menunggu Kakaknya temen saya. 

Mas Agung “yuk cepet, kalian nanti ikutin bapak ini dan naik itu. Saya nanti tak naik motor.”
Kami waktu itu sudah di-charter kendaraan “khusus”, Betor alias Becak Motor. Kejutan banget bagi kami waktu itu. Baru pertama kali saya naik Betor di Jombang. Ternyata jarak rumah yang kami tuju dari stasiun tidak jauh. Cukup 10 menit bahkan kurang mungkin dan sudah sampai. Kami kasih upah ke Pak Betor Rp15.000, sebenarnya sudah ditawar sama Kakaknya teman saya Rp10.000, tapi karena temen saya merasa kasihan akhirnya dia nambahi Rp5000. Kemudian kami berjalan sebentar melewati gang dan sampai di rumah yang kami tuju.

Rumahnya sangat “Homy” dengan berlantai tegel dari traso yang mungkin sekarang jarang pada make. Kami istirahat di ruang tamu. Disuguhi teh hangat, risoles, lemper, sembari kami menyusun dudukan untuk bayi yang dibawa dari Jakarta oleh temen saya. Awalnya agak rumit sih, yah tapi berbekal buku panduan yang ada akhirnya kami bisa merancang dudukan bayi dengan sempurna.
Dudukan (kereta) bayi sudah terangkai, tinggal “Stroller” yang belum dirangkai. Stroller sih mudah tidak serumit merangkai Kereta Bayi. 

Waktu Dzuhur sudah tiba, saya ijin keluar cari masjid untuk segera sholat. Sebenarnya saya cari masjid juga untuk “nunut” di WC karena perut saya waktu itu tidak bisa diajak kompromi. Jalan kearah selatan menyeberangi jalan akhirnya dapat masjid. Alhamdulillah banget dapat Masjid, selesai BAB kemudian sholat. 

Menghabiskan beberapa jam di rumah itu, ngobrol sana-sini dengan Mas Agung. Ditanya ini-itu… haduuhh…

Mata nampaknya sudah lelah, pengen tidur. Temen saya juga lelah, ngantuk ingin tidur. Alhamdulillah ditawari kamar, jadi untuk sementara waktu kami bisa sedikit merebahkan dan mengistirahatkan badan kami. Jam 3 kami harus bangun karena nanti jam 4an sore kami sudah harus pamit naik kereta balik ke Jogja.

Kurang lebih jam 3 sore, saya dibangunkan oleh temen saya. Saya langsung bangun, cuci muka, wudhu kemudian ashar. Lumayanlah walau gk pulas tidur setidaknya bisa merebahkan badan sebentar. Kelar semua, bersantai sebentar di ruang tamu sambil memegang Boneka yang ditaruh di sofa. Sementara riuh lucu menyelimuti kamar itu. Arjun, ya Arjun nama bayi Kakaknya temenku, mau dimandikan. 

Masih tergambar jelas di otak ku, bagaimana suasana dan riuh rame di rumah dan ruangan itu. Terima kasih buat temenku yang ajak “jalan-jalan” sampai ke Jombang naik Kereta Api. Semoga gk berhenti sampai disini pengalaman seru ini.

Jam 4 sore waktunya bergegas dan pamit untuk segera balik ke Jogja. Jam 16.47 WIB Kereta Api yang membawa kami balik ke Jogja akan berangkat. Naik Betor dan diantar sampai ke stasiun Jombang. Terima kasih buat Mas Agung dan Mbak Intan serta semua keluarga yang ada disana. Terima kasih semua atas sambutannya, maaf jika saya merepotkan. Semoga kelak si Arjun menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Perjalanan balik ke Jogja lumayan ringan, artinya tidak membawa barang-barang yang besar seperti waktu kami datang dari Jogja. Yah, wajarlah kalau membawa “oleh-oleh” atau tititpan dari Jombang tapi masih dalam batas wajar. 

Sancaka Sore duduk di “Seat” 9C dan 9D, kalau lancar kami akan tiba di Jogja pukul 20.29 WIB. Kami sudah “boarding pass” masuk peron dan Mas Agung masih menunggu kami. Sembari dirinya ngobrol dengan adiknya, saya duduk aj di kursi nunggu Kereta Api datang. Kira apa yang mereka berdua omongin, sayup terdengar kayaknya ngobrolin tentang saya.

Kereta Sancaka tujuan Jogja sudah memasuki stasiun segera kami masuk. Wah… akhirnya kami akan pulang, senang sih pulang tapi momen seperti ini bakalan susah terulang. Miss you…

Cuma lelah yang tersisa dan sedikit tawa canda cerita di rumah Mas Agung, Mbak Intan dan anaknya. Rasa kantuk pun tak tertahan, mau tidur tidak bisa ahh serba salah. Tapi setidaknya memejamkan mata sudah cukup untuk membuat saya “istirahat”.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam-am kereta Sancaka tiba di Stasiun Tugu. Kami turun dan langsung Sholat di Mushola St. Tugu. Bergantian, temen saya sholat saya nunggu barang bawaan dan begitu sebaliknya. Sepertinya temen saya agak kurang enak badan perutnya mual dan hampir muntah *panik*. Saya antar teman saya makan Soto Sulung di Jl. Solo depan UIN biar perut agak enakan dikit, lagian juga kami lapar.

Selesai makan Soto saya antar temen saya pulang ke rumah Buleknya di Condongcatur Sleman. Alhamdulillah gk kena hujan dan cuaca lumayan bersahabat. Hoaaahh… nice journey, what a life! Smoga dapat pergi jalan-jalan sekereta lagi ya… terima kasih sudah ajak saya nemani kamu berkunjung ke Jombang lihat si Arjun.

Perpanjang SIM di SIM Corner Ambarukmo Plaza (Amplaz)


Kemarin tanggal 24 Januari saya memperpanjang SIM C di Ambarukmo Plaza (Amplaz). Pas masa berlaku SIM saya habis yaitu tanggal 24. Sebetulnya agak ragu mau perpanjang SIM dimana. Apakah di Polres Bantul seperti sebelum-sebelumnya, atau di Amplaz. FYI: Polda membuka tempat khusus di pusat perbelanjaan Amplaz agar bisa mempermudah warga untuk melakukan perpanjangan SIM baik A atau C.


Sebelumnya saya sudah browsing-browsing untuk mengetahui tanggal 24 itu ada jadwal SIM Keliling tidak, kemudian teman saya ada yang menganjurkan coba ke Amplaz cepet kok. Ok, Amplaz jad alternative kedua karena pikiran saya pada waktu itu terfokus ke Polres Bantul.

Syarat untuk perpanjang masa berlaku SIM sudah dikumpulkan, yakni FC KTP dan SIM, serta Surat Keterangan Dokter (SKD). Untuk SKD saya mencari di Puskesmas dekat rumah saya. Cukup dengan membayar biaya administrasi Rp5500 sudah dapat itu SKD. Sebenarnya di tempat lokasi (Amplaz) sudah disediakan Petugas untuk mengetes kesehatan anda sebagai syarat untuk mendapatkan SKD, tapi baca-baca di blog lain biaya mendapatkan SKD di lokasi sebesar Rp 30.000.

Pikiran masih terfokus untuk memperpanjang SIM di Bantul. Tapi tiba-tiba saya putuskan untuk mencoba memperpanjang di Amplaz. Saya tarik gas kencang pakai motor takut terlambat atau sudah banyak yang antri. Tiba di Amplaz jam 9.30 tanya Satpam dimana SIM Corner, katanya di Lt. 2 di pojok. Lari ke pintu depan Amplaz dan…. “bukanya jam 10.00 Mas!”. Syukurlah tidak terlambat nunggu 25 menit lumayanlah.

Saya ketemu tetangga sekampung 2 orang juga mau perpanjang SIM dan tiba-tiba tanya 

“Mas emangnya sekarang jadwalnya untuk wilayah Bantul?”. Jreng-jreng… kaget, panik saya.
“Kalau sekarang jelas jadwalnya untuk Wonosari dan perasaan dari dulu emang dijadwal, hari ini untuk wilayah mana gtu Mas.” Imbuh tetangga saya.
“Waduh, iya po… saya gk tahu sih… tapi coba dulu deh nanti tanya. Sudah sampai disini juga mau ke Bantul jauh.” Jawab saya,

Singkat cerita akhirnya saya sampai di SIM Corner Amplaz, sudah banyak yang antri. Kemudian diawal pelayanan si Petugas menjelaskan tentang peraturan dan pelayanan di SIM Corner Amplaz. Sebelum nanti ada warga yang bertanya, makanya sama Petugas dijelaskan terlebih dulu.

Dari penjelasan petugas tadi bahwa, pelayanan SIM Corner di Amplaz merupakan perpanjangan tangan dari Polres masing-masing wilayah Kabupaten. Jadi dari warga manapun selama masih DIY bisa memperpanjang SIM di SIM Corner Amplaz. Syukurlah berarti saya bisa…

Tidak disangka saya juga bertemu teman di Unit Fotografi UGM dulu, namanya Asgan Riza. Lihat dia agak “pangleng” karena tambah “ndut”. Hahahaha… btw makasih Gan buat pijeman bolpoin.
Saya kumpulkan FC SIM dan FC KTP nanti dipanggil dan diberi formulir untuk diisi. Nah bagi kalian jangan lupa bawa bolpoin sendiri kalau tidak mau merepotkan orang lain. Setelah formulir diisi dikumpulkan ke petugas yang akan cek kesehatan anda. Tunggu panggilan nama anda ya…
Waktu itu saya sudah bawa SKD dari Puskesmas, jadi cukup saya lampirkan dan nanti tetap dipanggil oleh Petugas yang akan mengecek anda. Saya dikasih tahu sama Petugasnya seperti ini

“Mas lain kali cek kesehatannya disini saja, tidak perlu bawa dari luar (Puskesmas). Karena Mas-nya sudah bawa ya sudah untuk kali ini saya bolehkan,”

(Maksudnya apa Bu…. *ngakak) terserah saya dong Bu, lagian fungsinya sama dicek juga paling itu-itu juga lebih murah lagi.

Tahap berikutnya ke loket BRI bayar administrasi Rp 75.000 untuk perpanjang SIM C dan Rp 80.000 untuk perpanjang SIM A. Setelah bayar nunggu panggilan untuk difoto. Saya waktu itu urutan 23, yah lumayanlah dan yang penting tidak habis jumatan. Karena no. ururt 25 ke atas disuruh balik lagi karena jeda waktu untuk sholat jumat. Selesai difoto dan jreeeng… cetakan fotonya jelek banget, ada garis-garis apesnya pas kena mata saya. Hah ya udahlah yang penting SIM sudah “baru” peduli amat fotonya kek apa. Hahahaha….

 Suasana antrian di SIM Corner Amplaz

Saya jelaskan bagi teman-teman yang ingin perpanjang SIM, ini syaratnya:
1. FC SIM dan KTP
2. SIM lama dan KTP yang masih berlaku
3. Surat Keterangan Sehat dari Dokter

Jadwal pelayanan SIM Corner di Amplaz


Sekian share saya. Makasih.

Jumat, 10 Januari 2014

Conte GIF Image

My 1st Conte "Ancora Noi" GIF image.