Senin, 01 Maret 2010

Outbond, Melatih Kekompakan, Ketangkasan dan Mencintai Lingkungan


Kawasan pegunungan yang menawarkan kesejukan dan pemandangan yang menyegarkan mata selalu asik untuk dikunjungi. Entah itu untuk sekedar refreshing atau mengadakan kegiatan yang sifatnya mendidik. Kontur pegunungan yang naik dan turun tidak membuat langkah kaki setiap pengunjung untuk diam begitu saja, terus dan terus walau sesekali harus istirahat untuk sekedar menambah tenaga yang hampir terkuras.

Minggu, 28 Februari 2010 sekelompok perkumpulan Pemuda yang menamakan As-Salma (Ajang Sillaturrokhim Remaja Islam Lintas Masjid) dari Banguntapan Bantul mengadakan aktifitas outbond di kawasan lereng pegunungan tepatnya di Kalikuning, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Sleman, Yogyakarta. Kegiatan insidental ini ditujukan khusus bagi anak-anak untuk mengisi hari libur. Sebenarnya acara ini diluar ekspektasi kami selaku panitia. Acara yang sebelumnya hanya menargetkan sekitar 50 anak ternyata sampai deadline jumlah peserta mencapai 80an anak-anak belum termasuk para pendamping dan panitia. Diikuti oleh perwakilan empat Remaja Masjid, yakni Karangturi, Kuncen, Manggisan, dan Jogoragan.

Dalam pelaksanaannya, peserta yang terdiri dari anak-anak ini dibagi dalam kelompok-kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5-6 anak. Kemudian mereka akan melewati 5 pos, disetiap pos tersebut disediakan aneka permainan.



Pos pertama peserta akan memainkan permainan bagaimana meloloskan jeratan tali di tangan tanpa memotong tali tersebut. Pos kedua peserta dihadapkan dengan permainan ”Jaring Laba-laba”, yakni peserta harus bisa meloloskan diri masuk ke jaring-jaring tersebut tanpa menyentuh jaring-jaring. Pos ketiga permainan ”Jembatan Sambung”, yakni peserta harus bisa meloloskan sebutir kelereng sampai ke finish tanpa jatuh dengan menggunakan bilah-bilah bambu yang terus disambung-sambung.







Kelelahan mulai tampak di wajah mereka setelah menyelesaikan 3 permainan dimasing-masing pos. Mereka masih mempunyai jatah 2 permainan lagi sebelum acara ini selesai. Tetapi rasa lelah itu berubah menjadi keceriaan setelah anak-anak melewati rute sungai kecil. Bisa dibayangkan kalau anak-anak sudah bersentuhan dengan air, apalagi air itu dingin dan masih bersih, senangnya bukan main.



Kemudian beranjak ke pos ke-4, peserta dihadapkan dengan permainan lomba isi air dimana tempat airnya diberi lubang-lubang kecil. Permainan ini membutuhkan kerja sama ekstra dalam menutup lubang dan kecepatan dalam mengisi air. Karena masih berhubungan dengan air, keceriaan dan kekonyolan khas anak-anak pun kembali terluapkan di sini.







Pos ke-5 atau pos terakhir, di pos ini peserta akan memainkan permainan memasukkan ranting ke dalam botol. Ranting yang berbentuk lurus ini akan diikat ke badan para peserta. Satu peserta sebagai komando untuk memberi arahan kepada temannya untuk memasukkan ranting ke dalam botol yang telah dipersiapkan. Siapa cepat dialah pemenangnya.



Waktu hampir pukul 1 siang ketika hampir seluruh permainan diselesaikan oleh para peserta, dan nampaknya rasa lelah sudah tidak dapat lagi ditawar. Akhirnya sekitar pukul 2 siang kami pun kembali pulang.


Kegiatan di alam bebas seperti outbond ini sangat bermanfaat, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi siapa saja tergantung level yang diterapkan dalam setiap permainan. Selain manfaat yang terkandung dalam tiap permainan, secara tidak langsung peserta akan dididik untuk lebih peka terhadap lingkungan, lebih mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat.
(teks dan foto oleh Arif NR)