Selasa, 04 Februari 2014

"Layang Swara" Pameran Radio Lama di BBY (re-upload)

Sebuah catatan dari pameran yang bertajuk “Pameran Radio Lama: Layang Swara” yang digelar tanggal 13-22 September 2013 di BBY Jl. Suroto 2 Kotabaru, Yogyakarta.

Sesuai namanya “Pameran Radio Lama”, menampilkan koleksi-koleksi radio lama dari para kolektor. Ruangan di-setting sedemikian rupa dikelompokkan menurut tahun pembuatan radio mulai tahun 40an, 50an dan 60an.

Bertemu dengan salah satu pemilik yang koleksinya juga dipamerkan, Bp. Hendro namanya. Beliau menerangkan bahwa koleksi radio yang paling lama adalah Radio buatan Belanda yang dibuat tahun 1920 merk Philips dan biasa disebut tipe “Bandosa” (bentuknya mirip Bandosa) atau Katredal, dengan pemilik atas nama Bp. Handoka. Lagi menurut beliau, keberadaan radio tak akan pernah tergantikan seiring perkembangan jaman. Tanpa radio pembacaan (berita) proklamasi tak akan bisa menyebar ke seluruh Indonesia (bahkan dunia). Sambil menerangkan tentang sejarah singkat radio pada jaman dulu, beliau menujukkan salah satu barang yang dipamerkan, yaitu sebuah pemutar piringan hitam. Diputarnya lah alat tersebut dan mendadak BBY berubah seperti suasana jaman dulu. Perlu dicatat, bahwa semua koleksi yang dipamerkan di BBY masih bisa berfungsi normal.

Pada jaman penjajahan Jepang, kepemilikan sebuah radio diatur sangat ketat. Saya sempat melihat secarik kertas berwarna coklat yang berisi tentang “aturan” tersebut, berikut cuplikannya:

Ma’loemat No. 32 “Orang-orang jang mempoenjai pesawat radio penerima, haroes membawa barangnja itoe ke tempat yang telah ditentoekan dalam fatsal II, menoeroet hari tanggal seperti di bawah ini, dan haroes diatur seperloenja” (Pemerintah Balatentara Dai Nippon. Di Jokjakarta. Jokjakarta, 19 Juni 2602)

Pada jaman dulu radio juga kena pajak, terlihat di sebuah etalase secarik lembar bukti pembayaran pajak radio yang ditempeli (mirip) meterai.

Bagi teman-teman yang penasaran dengan pameran tersebut atau sekedar ingin melihat-lihat wujud radio jaman dulu, besok kesempatan terakhir Minggu (22/9) tempat di Bentara Budaya Yogykarta (BBY).

Berikut beberapa foto radio lama yang dipamerkan.
Radio "Bandosa" atau Katredal, koleksi yang paling tua.
Suaranya "nge-soul".
Salah satu cover Piringan Hitam "Senja Kaimana"

 Gramophone #1
Gramophone #2
Bukan hanya radio, Poster dengan cita rasa jaman dulu juga melengkapi di setiap sudut ruang pameran.
Daleman radio lama (radio tabung).
Radio generasi baru - radio transistor tahun 60an.
Upload pertama di sini klik
(Teks dan foto oleh Arif Nur Rokhman)

Tidak ada komentar: