Senin, 06 Oktober 2014
Jalan Malioboro, Sore 6 Oktober 2014
Selasa, 04 Februari 2014
"Layang Swara" Pameran Radio Lama di BBY (re-upload)
Berikut beberapa foto radio lama yang dipamerkan.
Sabtu, 17 Agustus 2013
Upacara HUT RI Tempoe Doeloe ala Pecinta Sepeda "Onthel" Jogja
Senin, 01 Maret 2010
Outbond: Melatih Kekompakan, Ketangkasan, dan Mencintai Lingkungan

Kawasan pegunungan yang menawarkan kesejukan dan pemandangan yang menyegarkan mata selalu asik untuk dikunjungi. Entah itu untuk sekedar refreshing atau mengadakan kegiatan yang sifatnya mendidik. Kontur pegunungan yang naik dan turun tidak membuat langkah kaki setiap pengunjung untuk diam begitu saja, terus dan terus walau sesekali harus istirahat untuk sekedar menambah tenaga yang hampir terkuras.
Minggu, 28 Februari 2010 sekelompok perkumpulan Pemuda yang menamakan As-Salma (Ajang Sillaturrokhim Remaja Islam Lintas Masjid) dari Banguntapan Bantul mengadakan aktifitas outbond di kawasan lereng pegunungan tepatnya di Kalikuning, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Sleman, Yogyakarta. Kegiatan insidental ini ditujukan khusus bagi anak-anak untuk mengisi hari libur. Sebenarnya acara ini diluar ekspektasi kami selaku panitia. Acara yang sebelumnya hanya menargetkan sekitar 50 anak ternyata sampai deadline jumlah peserta mencapai 80an anak-anak belum termasuk para pendamping dan panitia. Diikuti oleh perwakilan empat Remaja Masjid, yakni Karangturi, Kuncen, Manggisan, dan Jogoragan.
Dalam pelaksanaannya, peserta yang terdiri dari anak-anak ini dibagi dalam kelompok-kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5-6 anak. Kemudian mereka akan melewati 5 pos, disetiap pos tersebut disediakan aneka permainan.

Pos pertama peserta akan memainkan permainan bagaimana meloloskan jeratan tali di tangan tanpa memotong tali tersebut. Pos kedua peserta dihadapkan dengan permainan ”Jaring Laba-laba”, yakni peserta harus bisa meloloskan diri masuk ke jaring-jaring tersebut tanpa menyentuh jaring-jaring. Pos ketiga permainan ”Jembatan Sambung”, yakni peserta harus bisa meloloskan sebutir kelereng sampai ke finish tanpa jatuh dengan menggunakan bilah-bilah bambu yang terus disambung-sambung.



Kelelahan mulai tampak di wajah mereka setelah menyelesaikan 3 permainan dimasing-masing pos. Mereka masih mempunyai jatah 2 permainan lagi sebelum acara ini selesai. Tetapi rasa lelah itu berubah menjadi keceriaan setelah anak-anak melewati rute sungai kecil. Bisa dibayangkan kalau anak-anak sudah bersentuhan dengan air, apalagi air itu dingin dan masih bersih, senangnya bukan main.

Kemudian beranjak ke pos ke-4, peserta dihadapkan dengan permainan lomba isi air dimana tempat airnya diberi lubang-lubang kecil. Permainan ini membutuhkan kerja sama ekstra dalam menutup lubang dan kecepatan dalam mengisi air. Karena masih berhubungan dengan air, keceriaan dan kekonyolan khas anak-anak pun kembali terluapkan di sini.



Pos ke-5 atau pos terakhir, di pos ini peserta akan memainkan permainan memasukkan ranting ke dalam botol. Ranting yang berbentuk lurus ini akan diikat ke badan para peserta. Satu peserta sebagai komando untuk memberi arahan kepada temannya untuk memasukkan ranting ke dalam botol yang telah dipersiapkan. Siapa cepat dialah pemenangnya.

Waktu hampir pukul 1 siang ketika hampir seluruh permainan diselesaikan oleh para peserta, dan nampaknya rasa lelah sudah tidak dapat lagi ditawar. Akhirnya sekitar pukul 2 siang kami pun kembali pulang.
Kegiatan di alam bebas seperti outbond ini sangat bermanfaat, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi siapa saja tergantung level yang diterapkan dalam setiap permainan. Selain manfaat yang terkandung dalam tiap permainan, secara tidak langsung peserta akan dididik untuk lebih peka terhadap lingkungan, lebih mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat.
(teks dan foto oleh Arif NR)
Minggu, 13 Desember 2009
Semarak Malam Takbir
Gemuruh suara drum band dan alat musik tradisional terdengar keras ketika hampir seluruh peserta pawai takbir memasuki halaman Masjid Agung Bantul, Yogyakarta. Suasana semakin meriah ketika para peserta mengenakan beraneka macam pernak pernik kostum, seperti kostum ala Jawa, kostum ala Mumi, dan kostum mirip prajurit Romawi.
Tepatnya tanggal 29 November 2009, mengambil start di Masjid Agung Bantul dan finish di kompleks Kantor Bupati Bantul. Puluhan kelompok perwakilan Remaja Masjid (Risma) atau pemuda-pemudi di kawasan Bantul, Yogyakarta mengikuti event tahunan yang diadakan oleh JAMASBA (Jamaah Masjid Bantul) dalam rangka menyemarakan Idul Adha 1430 H.
Warga sekitar juga tak kalah, mereka pun tumpah ruah mengisi sepanjang jalan protokol tempat berlangsungnya pawai takbir. dari orang tua, remaja dan bahkan anak-anak tak ingin ketinggalan untuk menyaksikan.
Lomba Pawai Takbir ini dibagi menjadi dua kategori, kategori anak-anak dan kategori umum (dewasa). Untuk kategori anak-anak tercatat 17 kelompok, sedangkan kategori umum diikuti oleh 36 kelompok. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan memberangkatkan kategori anak-anak terlebih dahulu dan setelah selesai baru kategori umum.
Di sepanjang rute yang mereka lalui, mereka harus meneriakkan “lafadz” takbir, karena takbir ini menjadi persentase tertinggi dalam penghitungan poin selanjutnya akan diakumulasikan dengan kriteria penilaian lain seperti kerapian dan mascot atau atribut yang dikenakan. Ditempat tertentu yang telah disediakan oleh panitia peserta takbir boleh mempertunjukkan kebolehannya dalam merangkai sebuah koreografi atau biasa disebut display (showmanship).
Selain memperebutkan juara umum, panitia juga membagi dalam beberapa macam kategori dalam perlombaan ini. Antara lain, kategori takbir, kategori musik, dan kategori display. Masing-masing kategori terdapat juara 1, 2,dan 3.
Setelah berlangsung kurang lebih selama lima jam, pukul 24.00 WIB acara ini selesai. Artinya hampir seluruh peserta telah menunjukkan kebolehannya masing-masing, entah itu dalam bertakbir ataupun menunjukkan kebolehannya dalam menampilkan display. Seperti yang dikemukakan oleh panitia bahwa pengumuman pemenang akan diumumkan bersamaan dengan acara memperingati tahun baru hijriyah, yakni tanggal 17 Oktober 2009. Semua peserta pun berharap kelompok merekalah yang akan menjadi pemenangnya. Apapun hasilnya nanti, yang jelas acara ini telah menyuguhkan tontonan menarik bagi warga Bantul khususnya dan warga Yogyakarta pada umumnya.
more photos klik !
Selasa, 25 Agustus 2009
Jelajah Wisata "The Spirit Of Merapi"
Motret 35mm Belum Mati!
Siapa bilang hobi motret dengan kamera manual menggunakan film 35mm sudah mati? memang sudah tidak seramai dulu, namun komunitas penyuka m...
-
Waktu itu musim penerimaan CPNS tahun 2017, kebetulan instansi tempat Saya bekerja juga ikut membuka lowongan CPNS. Waktu itu Saya berpiki...
-
Apa yang dimaksud ngetrace/tracing/trace ? Sepengetahuan saya yakni mengubah gambar bitmap/hasil citra obyek dari kamera digital-foto kedala...
-
Seminar Nasional K3 di UPN Yogyakarta oleh PT Freeport Indonesia dan UPN Yogyakarta. Selasa 4 Maret 2014 saya berkesempatan mengiku...














